Melawan Rasisme dengan Bersikap Moderat

Siti Mu'minatun KKN MDR NANDIKA 2020

 Kangsoma.com-(pojok jakenan)Pada pertengahan agustus 2019 lalu, bangsa Indonesia disuguhi oleh pemandangan memilukan berupa aksi-aksi demonstrasi yang berakhir rusuh di beberapa kota penting di Papua Barat. Aksi-aksi demonstrasi ini ditengarahi dilakukan sebagai bentuk protes warga Papua atas tindakan rasial dan intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok oknum terhadap mahasiswa Papua yang tinggal di kota Malang dan Surabaya beberapa waktu sebelumnya. Kejadian ini tentu menambah panjang daftar kejadian anarkisme di tanah Papua yang memang sensitif, lebih-lebih menjelang berakhirnya masa Otonomi Khusus bagi tanah Papua pada 2021 mendatang.

 

Namun yang menjadi kekhawatiran, bila biasanya biang ketidakstabilan keamanan di Papua adalah masalah politik, kali ini penyebabnya justru adalah masalah rasisme. Lantas apa sebenarnya rasisme itu hingga membuat seseorang sanggup berbuat di luar kendali?

 

Secara umum, rasisme dimaknai sebagai suatu doktrin atau keyakinan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan superioritas kelompok ras atau individu tertentu dibandingkan dengan kelompok ras yang lain, sehingga menganggap ras dan budayanya lebih unggul dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lain. Pada tataran yang lebih kritis, rasisme telah menjadi pendorong bagi perilaku diskriminasi dan bahkan genosida di beberapa wilayah di dunia.

 

Bila memang peristiwa demonstrasi dan kerusuhan di Papua pada medio agustus tahun lalu itu disebabkan oleh masalah rasisme, tentu ini menjadi langkah mundur bagi bangsa Indonesia. Indonesia sebagai negara yang plural, dimana berbagai macam ras, suku dan agama  hidup dan bernaung di dalamnya, sejak dahulu dikenal sangat menjunjung tinggi asas persamaan dan kesetaraan derajat bagi setiap warganya.

 

Dan jika bangsa ini ingin tetap menjaga eksistensinya, maka harus benar-benar menjaga pluralisme ini dengan mengedepankan perilaku moderat, yaitu perilaku yang penuh toleransi dan berkeadilan, agar tidak terjadi gesekan yang bisa mengarah pada aksi-aksi rasisme lainnya yang sangat merugikan bagi keberlangsungan NKRI. Kita harus mampu menjadikan pluralisme ini sebagai sebuah warisan budaya bangsa yang bisa kita manfaatkan untuk mengatasi masalah-masalah bangsa, seperti pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan.

 

Sebagaimana kita tahu, secara fitrah manusia memang diciptakan berbeda-beda oleh Tuhan. Ada kurang lebih 7 milyar manusia yang ada di muka bumi saat ini, sekitar 270 juta diantaranya mendiami wilayah Indonesia. Dari jumlah itu terbagi dalam ratusan bahkan ribuan suku bangsa yang berbeda-beda.

 

Hal ini senada dengan firman Allah SWT di dalam al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13, yang artinya: “Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha teliti”.

Bahkan pada ayat sebelumnya Allah SWT dengan tegas melarang perilaku rasisme, tepatnya pada surat al-Hujurat ayat 11, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

 

Dari kenyataan ini, harusnya tidak perlu ada lagi pihak-pihak yang tidak bisa menerima perbedaan tersebut, apalagi menjadikannya alasan untuk menghinakan satu dengan yang lain. Menghapus perbedaan ini adalah sebuah kemustahilan, karena sudah menjadi sunnatullah yang telah di nash di dalam al-Qur’an.

 

Kita sebagai bangsa Indonesia, yang telah dianugerhi oleh Tuhan berupa tanah air  yang subur dan luas, yang didalamnya terdapat berbagai keanekaragaman ras dan budaya, marilah kita rawat negara yang dititipkan kepada kita ini dengan sebaik-baiknya, dengan meminimalisir setiap gesekan dan melawan setiap potensi rasisme dengan bersikap moderat, bukan hanya dalam beragama tapi juga moderat dalam bernegara dan bermasyarakat. Dengan cara itu, kedepannya semoga negeri ini bisa lebih berkembang dan semakin makmur serta lebih menyenangkan untuk ditempati. ( Siti Mu’minatun KKN MDR NANDIKA IPMAFA 2020)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel