Solusi Islam dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh

Dewi Irnawati KKN MDR EUVOLA

Kangsoma.com-(Terteg)Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, pemberi kasih sayang seluruh ummat-Nya. Permasalahan apapun yang muncul dalam kehidupan kita, yakinlah Allah telah menyiapkan penyelesaiannya. Sebagaimana Allah telah contohkan pada teladan kita Nabiyullah Muhammad SAW. Saat nabi mendapat masalah maka solusinya Allah berikan. Hal ini disebutkan dalam FirmanNya :

 

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. — Quran Surat Al-Insyirah Ayat 6

 

Dan apapun tindakan nabi adalah atas perintah Allah, sebagaimana Allah sebutkan dalam FirmanNya :

 

وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ

dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya. (QS. An-Najm, Ayat 3)

 

Bagaimana sikap kita sebagai muslim menghadapi maraknya virus yang sedang menyerang umat manusia di tahun 2019 – 2020 ini, yaitu virus corona. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

 

Bagaimanakah solusi Islam dalam meningkatkan imunitas tubuh ummatnya?

 

Pertama adalah berserah diri kepada Allah dan percaya bahwa segala apapun ketetapan dan peristiwanya maka pastilah hal itu yang terbaik menurut Allah SWT untuk kita. Bahwa dalam setiap masalah pasti ada kemudahan yang menyertai. Seperti ayat yang telah saya sampaikan di atas. Hal demikian apabila diyakini dengan baik akan menjadikan ketenangan dalam pikiran. Dan tentu pula akan menguatkan imunitas pada diri manusia.

 

Kedua, menjaga wudhu. Dengan berwudhu terdapat proses mencuci tangan, berkumur, membersihkan hidung, membersihkan muka, membasahi rambut, dan membersihkan kaki. Jika anggota tubuh itu dibersihkan minimal lima kali dalam sehari, sangat mungkin virus corona yang menempel pada bagian tubuh kita ikut tersapu oleh air wudhu. Sampai saat ini, belum diketahui jangka waktu yang tepat sampai kapan virus corona dapat bertahan pada kulit manusia. Menurut H. Rathore, Kepala Penyakit Menular Anak dan Imunologi di Rumah Sakit Wolfson Children Jacksonville, Florida, mengatakan bahwa virus ini dapat bertahan cukup lama pada permukaan kulit, dan dapat menyebar dari orang ke orang. Tanpa sadar kita memang sering menyentuh bagian tubuh seperti kulit atau rambut dengan tangan yang belum tentu bersih. Oleh karena itu, menjaga wudhu dapat menjadi solusi untuk tetap menjaga kita terhindar dari kuman ataupun virus yang menempel bahkan menjaga wudhu adalah bentuk kita menjalankan sunah rasulullah.

 

Dengan menjaga wudhu kita juga diharapkan berjaga jarak dengan orang yang bukan mahrom kita, hal itu semakin memperkecil tersebarnya virus corona. Sesungguhnya Allah telah menentukan larangan dan perintah dalam ajaran islam. Setiap perintah yang Allah SWT tetapkan pastilah memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia apabila dikerjakannya. Sebaliknya di balik setiap larangan pasti mengandung mafsadat (kerusakan) apabila manusia mengerjakannya. Sebagaimana disebutkan dalam qaidah fiqih (qawaidul fiqhiyah) bahwa :

 

الشَّارِعُ لاَ يَأْمُرُ إِلاَّ بِمَا مَصْلَحَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ وَلاَ يَنْهَى إِلاَّ عَمَّا مَفْسَدَتُهُ خَالِصَةٌ أَوْ رَاجِحَةٌ

Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, tidaklah memerintahkan sesuatu kecuali yang murni mendatangkan maslahat atau maslahatnya dominan.

Dan tidaklah melarang sesuatu kecuali perkara yang benar-benar rusak atau kerusakannya dominan.

Artinya seluruh ajaran Islam yang berupa perintah atau anjuran pasti memberikan banyak kemanfaatan bagi manusia, sebaliknya setiap larangan pasti akan merusak dan menghancurkan kehidupan manusia.

 

Ketiga, membaca Alquran dapat meningkatkan imunitas tubuh seseorang. Berdasarkan hasil penelitian dari para ahli kedokteran Islam di Amerika terhadap 210 pasien sukarela selama 48 kali pengobatan yang dibarengi dengan pembacaan Alquran atau memperdengarkannya. Hasilnya, 77% dari sampel acak yang terdiri dari muslim dan non muslim menampakkan adanya gejala pengenduran saraf yang tegang dan selanjutnya ini menimbulkan ketenangan jiwa. Dengan kondisi yang demikian tentu akan meningkatkan imunitas tubuh seseorang. Benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِيْ بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ الله وَ يَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ و غَشِيَتْهُمُ لرَّحْمَةُ وَ حَفَّتْهٌمُ الْمَلاَئِكَةُ ذَكَرَهُمُ للهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Dan tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) membaca kitabullah (Alquran) dan mempelajarinya kecuali akan dikelilingi malaikat, dianugrahi ketenangan, diliputi rahmat dan disebut-sebut Allah di hadapan makhluk yang dekat kepadanya.” (HR. Muslim)

 

Keempat,  melakukan dzikir dengan penuh khusyuk kepada Allah SWT akan menenangkan jiwa. Berdzikir berarti mengulang-ulang kata dan kalimat yang baik (thayyibah), untuk selanjutnya mampu memprovokasi pikiran untuk bersedia menerima dan kemudian tentu akan menenangkan jiwanya. Dengan jiwa yang tenang akan muncul imunitas tubuh yang kuat. Sebagaimana Firman Allah SWT :

ٱلَّذِينَ امَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ  ۗٱللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar- Ra’d : 13).

 

Kelima, salat dapat mengisi hati seorang mukmin yang mengerjakannya dengan iman, optimisme, dan ketenangan jiwa sehingga memicu giatnya sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan imunitas. Hasil penelitian Badan Riset Islam Amerika melaporkan bahwa ketenangan jiwa yang dihasilkan dalam shalat memberikan efek kepada sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa mempercepat kesembuhan. Hal ini tentu tidak diragukan lagi.

 

Keenam, anjuran bersedekah dalam Islam ternyata tidak hanya sekedar membuat orang lain merasa bahagia bahkan seseorang yang memberi pun akan turut merasakan kebahagiaan yang serupa. Pada jiwa yang bahagia maka pikiran akan menjadi tenang dan tentunya akan meningkatkan imunitas seseorang. Sebagaimana disebutkan:

Obatilah orang-orang sakit dengan sedekah, bentengilah hartamu dengan zakat, dan sesungguhnya zakat itu menolak peristiwa mengerikan dan penyakit.” (HR Ad-Dailami dari Ibnu Umar).

Intinya bahwa seluruh ajaran Islam apabila dikerjakan oleh seseorang maka pasti akan menenangkan jiwa dan pikirannya. Sehingga dengan pikiran yang tenang akan dapat meningkatkan imunitas tubuh seseorang. Oleh karena itu jika kita ingin dijaga diri kita (jiwa dan raga) maka jagalah agama Allah SWT.(Penulis : Dewi Irnawati KKN MDR EUVOLA IPMAFA 2020)

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel