Belajar di Tengah Pandemi

Siti Mu'minatun KKN MDR NANDIKA 2020

Kangsoma.com-(Pati)Merebaknya infeksi virus corona di akhir tahun 2019 yang kemudian berubah menjadi pandemi yang belum juga bisa terkendali hingga hari ini, telah menimbulkan guncangan keras bagi dunia. Hampir semua aspek kehidupan manusia terdampak sangat hebat oleh pandemi Covid-19, terutama aspek kesehatan dan perekonomian.

 

Dari aspek kesehatan, keganasan virus corona telah menginfeksi 61 juta jiwa diseluruh dunia, 1,4 juta diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, per 28 November 2020, jumlah kasus positif terpapar virus corona telah mencapai 523 ribu kasus. Dari jumlah itu 16 ribu diantaranya meninggal dunia dan 437 ribu berhasil sembuh.

 

Pada aspek ekonomi, pandemi Covid-19 telah menimbulkan resesi di hampir semua negara di dunia. Di Indonesia, situasinya pun tak kalah memprihatinkan. Kebijakan PSBB oleh pemerintah yang diikuti dengan kebijakan social dan phisical distancing telah menyebabkan terhentinya mobilitas publik, hal ini berdampak pada tersendatnya roda ekonomi. Banyak perusahaan-perusahaan, baik besar maupun kecil, terpaksa mengurangi atau malah menghentikan kegiatan ekonominya. Alhasil banyak karyawan yang terpaksa harus dirumahkan bahkan sebagiannya terpaksa harus di PHK.

 

Situasi ini tentu menimbulkan kepanikan sosial di mana-mana. Namun sebagai umat beragama, lebih-lebih sebagai seorang muslim, kita harus tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah sia-sia dalam menciptakan sesuatu, termasuk wabah Covid-19 ini. Akan selalu ada hikmah di balik musibah, setidaknya kita dapat memetik banyak pelajaran dari kondisi ini untuk memperbaiki kehidupan kita di masa yang akan datang.

 

Diantara pelajaran-pelajaran yang bisa kita petik adalah penyadaran diri bahwa sebagai makhluk kita sangat lemah dalam hal apapun. Segala kepongahan kita selama ini ternyata lenyap tak berbekas hanya untuk menghadapi makluk lemah berukuran 150 nanometer. Ini adalah tamparan keras bagi manusia untuk lebih menghargai sesamanya sebagai makhluk Tuhan, agar kehidupan di muka bumi ini lebih seimbang.

 

Pandemi Covid-19 ini juga momentum bagi segenap warga negara, baik yang duduk di pemerintahan maupun yang menjadi warga biasa, untuk kembali guyub bekerja sama membangun negeri ini seperti yang pernah dicontohkan oleh para pahlawan kemerdekaan kita di masa lalu. Karena pandemi Covid-19 ini tidak mungkin bisa dihentikan oleh upaya dari pemerintah semata, melainkan harus melalui upaya dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui momentum pandemi Covid-19 ini seharusnya bisa menjadi momentum rekonsiliasi bagi semua pihak yang selama ini berseberangan, baik karena alasan politik maupun ideologi.

 

Pandemi Covid-19 ini juga memberi pelajaran berharga kepada kita akan pentingnya menjaga kebersihan. Bukan lagi hanya kebersihan diri dan lingkungan kita sendiri, melainkan kita juga harus peduli akan perilaku hidup bersih pada orang banyak. Menjaga kebersihan diri kita sendiri itu tidak cukup untuk mencegah penularan virus corona ini, diperlukan upaya bersama untuk mencapainya. Hal ini kemudian membawa kita untuk tergerak ikut membantu pemerintah dengan mengambil kontribusi menyuarakan kampanye kebersihan di tengah-tengah masyarakat kita.

 

Pelajaran lain yang bisa kita petik dari kejadian pandemi Covid-19 ini adalah bagaimana kita belajar untuk tidak panik dalam situasi genting tapi juga tidak boleh abai. Ini juga momentum bagi pemerintah untuk belajar sigap dalam menghadapi permasalahan yang menimpa rakyat dan bagaimana mereka menunjukkan keseriusannya dalam melayani masyarakat.

 

Jadi pada intinya, pandemi Covid-19 ini jangan hanya dipandang dari segi negatifnya saja, melainkan harus juga dilihat sisi positifnya. Karena jika kita hanya meratapi sisi negatifnya saja justru akan membuat kita jatuh pada jurang keputusasaan. Pada hakekatnya pandemi Covid-19 ini ibarat universitas tempat kita menempa diri menggali ilmu-ilmu yang sangat berharga bagi kehidupan kita di masa yang akan datang.(Penulis : Siti Mu’minatun KKN MDR NANDIKA  IPMAFA 2020)


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel