MENDIDIK ANAK ALA RASULULLAH

Kangsoma.com(Pati)Anak merupakan anugrah yang teramat luar biasa, islam menempatkan posisi anak-anak di tempat yang mulia, bahkan islam mengajurkan umatnya memiliki banyak anak melalui ikatan pernikahan, pepatah mengatakan bahwa banyak anak banyak anugrah,banyak rizki serta banyak kegembiraan. Mremperlakukan anak-anak tidak bisa disamakan dengan memperlakukan orang dewasa. Anak-anak membutuhkan kelembutan, kasih sayang dan perhatian yang lebih. Anak-anak yang diperlakukan dengan kebaikan serta perilaku akhlakul kharimah maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki perilaku akhlakul kharimah yang baik. Anak-anak seperti inilah yang kelak akan menjadi anugrah bagi kehidupan bagi orangtua, lingkungan dan orang-orang sekitarnya.

Rasulullah adalah teladan terbaik bagi umatnya, meskipun lebih dari 1400 tahun lalu beliau wafat namun ajarannya masih bisa kita teladani sampai saat ini dan selamanya akan menjadi tauladan bagi umatnya. Saat ini banyak teori dan opini mengenai bagaimana cara mendidik anak , namun diantara semua opini tersebut ajaran Rasulullah tetaplah yang paling baik untuk kita teladani sebagaimana Rasulullah mendidik anak-anaknya. Ajaran Rasulullah selalu cocok untuk diterapkan dari zaman ke zaman, sebab yang diajarkan Rasulullah adalah nilai-nilai akhlakul karimah yang terpuji. Perubahan zaman yang semakin pesat memang tidak bisa kita hindari, sebagai orangtua nantinya kita tidak boleh mengabaikan perkembangan zaman yang terus bergulir. Yang perlu kita ketahui adalah mendidik anak sesuai dengan zamannya.

Berikut merupakan cara Rosulullah mendidik anak :

a.     Tunduk dan taat kepada Allah

Tunduk dan taat kepada Allah merupakan ajaran yang paling dasar yang dilakukan oleh Rosulullah SAW dalam mendidik anaknya agar anak-anaknya dapat senantiasa tunduk dan patuh atas perintah Allah.

Kepatuhan anak-anak Rasulullah merupakan bukti bahwa Rasulullah berhasil menanamkan pendidikan ketauhidan kepada anak-anak beliau. Nilai-nilai tauhid tertanam kuat dalam lubuk hati anak-anaknya. Rasulullah sering mengajak anak-anaknya mengikuti kegiatan majlis ta’lim hal ini bertujuan agar anak-anak beliau dapat memperkaya ilmu-ilmu ketauhidan melalui acara majlis ta’lim. Ketika anaknya melakukan kesalahan, Rasulullah selalu mengingatkan anak-anaknya bahkan Rasulullah juga memberikan hukuman kepada anak-anaknya namun Rasulullah memberikan hukuman yang mendidik agar anak-anaknya memiliki sikap dan tanggungjawab untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

b.    Senantiasa menebar kasih sayang dan cinta

Seorang anak tidak mungkin memiliki jiwa kasih sayang yang tinggi tanpa ada tauladan dar orangtuanya, Rasulullah mendidik anak-anaknya untuk kasih sayang kepada siapapun sepanjang hayatnya. Rasulullah pun selalu memakai cara lembah lembut ketika berdakwah . Rasulullah pun memberikan teladan secara langsung kepada anak-anaknya,bahwa seklaipun musuh namun ia tetaplah manusia yang harus diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang.

 

c.      Mendedikasikan diri secara total pada islam

Rasulullah selalu mengajarkan anak-anaknya untuk totalitas dalam beragama islam, beliau jarang sekali marah. Kalaupun marah bukan untuk meluapkan emosi melainkan demi mendidik keluarga juga karena marah dalam kondisi tertentumarah merupakan metode pendidikan untuk memberi pengetahuan mana yang salah dan benar. Meski demiikian marahnya Rasulullah selalu bisa terkendali, tidak meluap-luap sehingga seseorang yang diegur pun tidak merasa sakit hati.

Untuk itulah kelak kita sebagai calon orangtua agar senantiasa selalu menerpkan ajran-ajaran Rasulullah dalam menidik anak kita nanti sehingga kita sebagai orangtua pun tidak salah jalan dalam mendidik anak, agar kita mampu menghasilkan generasi penerus yang memiliki akhlakul karimah yang baik serta berada dijalan yang benar.(oleh : Purnita sari KKN MDR INKARNAS IPMAFA 2020)


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel