Strategi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Selama Masa Pandemi Covid-19

Kholilatul Aflihah KKN MDR Abhinaya 2020

Kangsoma.com-(Pucakwangi)Pendidikan  menjadi salah satu aspek yang terdampak di masa pandemic ini.  Baik itu pendidikan tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi.Sudah banyak hal yang  dijadikan keluh kesah para orang tua maupun siswa terhadap masa pandemi.

 

 Dimulai dari penghasilan, kebutuhan. Selama masa pandemi ni membuat sekolah harus ditutup, semua siswa harus belajar dari rumah atau belajar secara daring. 

 

Sedangkan strategi pembelajaran PAUD merupakan pola umum untuk membimbing,  mendampingi,  mengasuh, mengasah,  dan memberikan kegiatan pembelajaran yang mampu membangkitkan potensi anak,  untuk mengahsilkan kompetensi dan keterampilan tertentu. Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang berisikan beberapa hal yaitu:

 

1.     Pembelajaran dilakukan secara daring baik itu interaktif maupun non interaktif. Pembelajaran sesuai dengan keadaan rumah dan lingkungannya.

2.     Guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup

3.     Pembelajaran dilakukan sesuai dengan minat anak .

4.     Penilaian yang dilakukan seorang guru pada saat kedaan seperti ini,  bukanlah penilaian yang dilakukan seperti anak yang langsung belajar disekolah melaikan menilai secara kualitatif yang sifatnya membantu dan member motivasi kepada setiap anak.

 

Setiap sekolah mempunyai strategi pembelajaran yang berbeda, di beberapa daerah yang masih ada dalam zona hijau pada masa pandemi menerapkan strategi pembelajaran yang efektif.

 

Contohnya di daerah pedesaan, strategi pembelajaran yang mereka gunakan agar proses belajar dan mengajar tetap efektif dalam membantu setiap anak untuk mengembangkan potensi dalam dirinya dan membantu perkembangan sehingga anak siap untuk masuk ke dalam pendidikan selanjutnya.

 

Adapun Strategi pembelajaran AUD  selama masa pandemic Covid 19 yang diterapkan oleh beberapa PAUD :

 

1.     Sekolah  menerapakan pembelajaran secara luring dan daring,  mereka menggunakan aplikasi yang memudahkan orang tua untuk mengaksesnya,  dan pembayarannya cukup murah.

 

2.     Memberikan pembelajaran melalui media audio visual yang berupa video yang dikirim melalui aplikasi seperti whatsapp.

 

 

3.     Orangtua murid yang tidak memiliki alat komunikasi yang canggih, sekolah  member kesempatan anak belajar di sekolah dengan catatan tetap mengikuti protocol kesehatan.

 

4.     Setelah pembelajaran berlangsung, guru atau pendidik mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan kurikulum darurat yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud kemarin yang bertepatan dengan hari anak nasional.

 

 

5.     Untuk pembelajaran yang berbasis tema, guru tetap megikuti tema dengan membuat pembelajaran itu menjadi pembelajaran yang berdasarkan minat anak dan tidak membuat anak mudah bosan.  

 

6.     Untuk pemberian tugas,setiap sekolah memiliki strategi yang berbeda,  beberapa sekolah  ada yang memberikan tugas untuk satu minggu setelah itu dikumpul dan ada sekolah yang memberi tugas melalui online.

 

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua dalam meningkatkan tumbuh kembang ananaknya  yaitu:

 

1.     Ketika ingin memulai pembelajaran  henndaknya orang tua tidak terlalu memaksa atau monoton.hal ini dikarenakanakan membuat anak menjadi terpaksa dan tertekan sehingga membuat anak mudah bosan untuk belajar.

 

2.     Agar belajar lebih  menarik sebaiknya  orangtua mengajak anak bermain sambil belajar,  karena pada hakikatnya anak usia dini adalah usia dimana anak suka bermain. Maka dari  itu sebagai orang tua harus memperhatikan setiap permainan,  apakah  permainan itu memiliki manfaat atau tidak untuk perkembangan anak.

 

 

3.     Sesekali ajak anak untuk bercerita atau orang tua yang menceritakan suatu kisah agar perkembangan bahasa anak juga berkembang sesuai dengan harapan.

 

4.     Ketika ingin mengajak anak untuk menulis dan mengenalkan huruf atau angka ,hal yang dapat dilakukan orangtua dengan mengajak anak berkreatifitas seperti mulai  mencoret-coret  kertas terlebih dahulu , setelah itu latih tangan anak dengan meniru tulisan menggunakan  pinsil warna agar anak tertarik, untuk mengahafal atau mengingat huruf dan angka orang tua  dapat menyayikan lagu atau memutarkan lagu. Hal ini  dapat membantu anak dalam meningkatkan perkembangan kognitif motorik halus.

 

 

5.     Setelah belajar ajak anak untuk mengungkapkan perasaanya selama belajar,  ajarkan anak berbagai persaan baik itu  senang,  gembira maupun sedih.  Sehingga anak akan belajar memahami perasaannya dan diri orang lain.  

 

6.     Berilah contoh yang membantu perkembangan moral anak,  seperti  ajarkan perbuatan yang baik untuk dicontoh atau perbuatan yang tidak harus dicontoh.  Penanaman akhlakul karimah itu sangt penting karena akan berpengaruh pada masa depanya.

 

 

7.     Agar   pembelajaran tidak membosankan dirumah sesekali ajaklah anak belajar diluar rumah  atau    lingkungan sekitar rumah, seperti mengenala tanaman atau hewan sekitar Ajak anak untuk mengamati atau dan mulai bereksplorasi.

 

8.     Setiap pagi ajak anak berolahraga disekitar rumah , orang tua dapat menunjukkan video atau orang tua dapat menciptakan gerakannya sendiri.

 

(Penulis : Kholilatul Aflihah KKN MDR ABHINAYA IPMAFA 2020)

 


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel