Strategi sekolah dalam menyambut new normal

Kangsoma.com(Pati)Pendidikan merupakan sebuah unsur pembelajaran, kerampilan maupun penelitian yang mana memang merupakan sebuah kebiasaan dari sebagian kelompok orang yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Dalam pendikan sendiri buisa dilakukan melalui pelatihan, atau penelitian .Dalam pendidikan sendiri ada kalanya pendidikan formal dan pendidikan nore formal.

Pendidikan formal adalah pendidikan di sebuah lembaga atau dibawah naungan sebuah yayasan atau sekolah yang diperoleh secara teratur , sistematis, berjenjang, dengan mengikuti syarat – syarat tertentu. Sedangkan pendidikan non formal sendiri adalah sebuah pendidikan yang dilakukan diluar sebuah yayasan atau lembaga ataupun sekolah namun masih dilakukan secara terstruktur dan berjenjang.

Dalam pendidikan formal ini tentu membutuhkan sebuah sekolah untuk menaungi tempat belajar para  anak didik. Sekolah adalah sebuah lembaga yang digunakan para pendidik untuk menyalurkan ilmunya kepada para anak didik dibawah sebuah pengawasan yang sudah terstruktur.

Dalam keadaan seluruh penjuru di dunia dengan adanya virus covid 19 ini menjadikan sebuah perubahan sisitem pembelajaran yang ada di sebuah lembaga – lembaga sekolah baik di negara indonesia maupun seluruh penjuru dunia. Bukan hanya kegiatan pembelajran saja yang berubah, namun keperilaku kehgidupan masyarakat pun berubah.dari semula leluasa beraktivitas dan berinteraksi sosial dengan mudah dan bebas, sekarang dipaksa beradaptasi dengan kebiasaan di rumah saja, menjaga jarak dan berperilaku hidup bersih. Mau tidak mau masyarakat dipaksa untuk mengikuti kenormalan baru yang semula tidak normal. Dengan berjalan nya waktu kurang lebih selama 6 bulan ini virus mulai memudar dan keadaan mulai normal kembali. Namun ada beberapa hal yang harus dipatuhi unutk menjaga keadaan agar virus ini tidak menyebar luas lagi.

Begitupun juga dengan pendidikan formal yang harus mulai menyiapkan strategi sekolah nya dalam menyambut new normal ini dari yang mula nya selama kurang lebih enam bulan lalu melakukan sekolah daring ( diluar jaringn) via online sekrang kita mulai menyambut keadaan normal lagi dengan melakukan pemvbelajran tatap muka via offline atau  bisa disebut luring ( luar jaringan ).

Berikut beberapa strategi sekolah dalam menyambut new normal :

1.     Memastikan setiap ruangn sudah disetrilkan .

Ruang belajar ataupun ruang lain dalam sekolah menjadi tugas utama pihak sekolah untuk memberikan kebersihan kenyamanan dan ketentraman dalam proses pembelajaran. Utamanya dalam keadaan seperti ini harus lah lebih jeli dan teliti dalam hal kebersihan agar tidak mudanh menyebarkan virus. Karena perbedaan  karakter danb lingkungan asal pendidik atau peserta pendidikj berbeda – beda.

2.     Para anggota staf, peserta didik , pendidik dan pihak – pihak yang terkait di sekolah harus memnuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang bisa dilakukan sesuai anjuran dari pemerintah atau iaktan dokter Indonesia adalah

a.     Memakai masker atau  bisa memakai face shild untuk mencegah pengurangan virus atau bakteri yang tanpa sadar terbawa oleh diri kita.

b.     Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan

c.      Menghindari berkerumunan dan jaga jarak aman antar pihak

3.     Pembatasan jumlah maksimal peserta didik .

Pembatasan ini bisa dilkukan dengan mengadakan pembagian peserta didik dengan perbedaan waktu pembelajaran. Dengan tujuan mengurangi bamnyaknya anggota yang besosialisasi dan berkerumunan dalam jumlah yang lumayan banyak.

4.     Menyediakan sanitasi yang sangat memadai

Sanitasi bisa berupa tempat cuci tangan yang sudah tersedia di depan pintu masuk atau disekitar lokasi sekolah yang strategis yang biasa dibuat jalursetelah  melakukan kegiatan dan bisa juga menyediakan handsaniatizer disetiaap ruangan.

 

Oleh : Sri Murtini KKN MDR DREAMER EDP IPMAFA 2020


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel